georgegordonfirstnation.com Wali Kota Kupang, Christian Widodo, menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri, Akmal Malik, di Kota Kupang. Kunjungan tersebut dinilai sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap penguatan stabilitas politik, sosial, serta ketahanan daerah.
Dalam agenda yang turut dihadiri jajaran Forkopimda, pimpinan lembaga agama, serta perangkat daerah, Wali Kota menegaskan bahwa rumah ibadah memiliki peran strategis tidak hanya sebagai pusat kegiatan spiritual, tetapi juga sebagai motor penggerak ketahanan pangan dan penguatan toleransi.
Rumah Ibadah sebagai Ruang Pemberdayaan
Menurut Wali Kota, paradigma pembangunan saat ini menuntut pendekatan yang lebih kolaboratif. Rumah ibadah tidak lagi dipandang semata sebagai tempat beribadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan umat.
Ia menyampaikan bahwa rumah ibadah dapat menjadi titik awal penguatan ketahanan pangan berbasis komunitas. Melalui kerja sama lintas sektor, lahan di sekitar rumah ibadah dapat dimanfaatkan untuk program pertanian sederhana, urban farming, maupun distribusi pangan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Pendekatan ini dinilai relevan dengan kondisi daerah yang memiliki karakter sosial dan religius yang kuat. Dengan melibatkan tokoh agama dan jamaah, program ketahanan pangan dapat dijalankan secara lebih partisipatif.
Perkuat Toleransi di Kota Multikultural
Kota Kupang dikenal sebagai wilayah dengan keberagaman suku, agama, dan budaya. Dalam konteks tersebut, rumah ibadah juga menjadi simbol penting toleransi dan harmoni sosial.
Wali Kota menekankan bahwa toleransi bukan sekadar slogan, melainkan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kunjungan Dirjen Polpum menjadi momentum untuk memperkuat komitmen menjaga kerukunan antarumat beragama.
Kehadiran pimpinan lembaga agama dalam kegiatan tersebut menunjukkan soliditas lintas iman dalam mendukung stabilitas daerah. Pemerintah daerah berkomitmen menjaga ruang dialog agar potensi konflik dapat dicegah sejak dini.
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah
Kunjungan Dirjen Polpum dinilai sebagai wujud sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang inklusif. Isu politik dan pemerintahan umum tidak hanya berkaitan dengan regulasi, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan budaya masyarakat.
Wali Kota menyampaikan bahwa dukungan pemerintah pusat sangat penting dalam menjaga stabilitas politik serta memperkuat ketahanan sosial ekonomi daerah. Kolaborasi tersebut akan mempercepat implementasi kebijakan yang berpihak pada masyarakat.
Direktorat Ketahanan Ekonomi Sosial dan Budaya Kemendagri juga menjadi mitra penting dalam merancang program berbasis komunitas yang berdampak langsung.
Ketahanan Pangan sebagai Agenda Strategis
Ketahanan pangan menjadi salah satu isu strategis yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Wali Kota menilai bahwa penguatan ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab dinas teknis, tetapi memerlukan partisipasi luas dari masyarakat.
Rumah ibadah dapat berperan sebagai pusat edukasi dan distribusi informasi terkait pengelolaan pangan keluarga. Program pemberdayaan seperti pelatihan pengolahan hasil pertanian atau pengembangan kebun mandiri dapat digerakkan melalui jaringan keagamaan.
Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan ketahanan pangan yang berbasis komunitas dan berkelanjutan.
Peran Tokoh Agama dalam Stabilitas Daerah
Wali Kota juga menggarisbawahi peran penting tokoh agama dalam menjaga stabilitas sosial dan politik. Tokoh agama memiliki pengaruh besar dalam membentuk opini serta membangun kesadaran kolektif masyarakat.
Dengan dukungan para pemimpin agama, kebijakan pemerintah dapat disosialisasikan secara lebih efektif. Rumah ibadah menjadi ruang strategis untuk menyampaikan pesan-pesan kebangsaan dan persatuan.
Kolaborasi ini sekaligus memperkuat fondasi demokrasi yang sehat di tingkat lokal.
Komitmen Menuju Kota Tangguh dan Harmonis
Melalui kunjungan Dirjen Polpum, Pemerintah Kota Kupang menegaskan komitmennya untuk membangun kota yang tangguh secara sosial, ekonomi, dan politik. Integrasi antara ketahanan pangan dan toleransi menjadi pendekatan inovatif dalam pembangunan daerah.
Wali Kota berharap sinergi lintas sektor ini dapat terus diperkuat sehingga rumah ibadah benar-benar menjadi pusat pemberdayaan umat dan penjaga harmoni.
Dengan dukungan pemerintah pusat, partisipasi tokoh agama, serta keterlibatan masyarakat, Kupang diharapkan mampu menjadi contoh kota yang inklusif, toleran, dan memiliki ketahanan sosial ekonomi yang kuat.

Cek Juga Artikel Dari Platform kabarsantai.web.id
