georgegordonfirstnation.com Bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh berdampak signifikan terhadap infrastruktur publik. Salah satu daerah yang terdampak cukup parah adalah Kabupaten Bener Meriah, khususnya di wilayah Kecamatan Syiah Utama. Kerusakan terjadi pada ruas jalan dan jembatan penghubung yang menjadi akses vital bagi mobilitas masyarakat.
Camat Syiah Utama, Mustakim, menyampaikan bahwa proses penanganan longsor susulan di jalur menuju Samar Kilang terpaksa dihentikan sementara. Keputusan tersebut diambil karena kondisi cuaca yang tidak mendukung, di mana hujan deras terus mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hari. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan risiko kecelakaan kerja di lapangan.
Keselamatan Petugas Jadi Prioritas
Menurut Mustakim, keselamatan petugas dan masyarakat menjadi pertimbangan utama dalam penghentian sementara penanganan longsor. Aktivitas alat berat di tengah curah hujan tinggi dinilai berisiko, terutama di lokasi yang memiliki kontur tanah labil. Potensi longsor susulan dapat membahayakan operator alat berat maupun warga yang melintas.
Ia menjelaskan bahwa penanganan longsor tidak dapat dilakukan secara tergesa-gesa. Setiap langkah harus mempertimbangkan kondisi alam dan keamanan semua pihak. Oleh karena itu, proses pembersihan material longsoran akan kembali dilanjutkan setelah cuaca membaik dan situasi dinilai aman.
Akses Jalan dan Jembatan Masih Terganggu
Terputusnya akses jalan dan jembatan memberikan dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat. Jalur menuju Samar Kilang merupakan salah satu akses utama penghubung antarwilayah. Ketika jalur ini terganggu, distribusi kebutuhan pokok menjadi terhambat. Masyarakat juga kesulitan mengangkut hasil pertanian menuju wilayah pemasaran.
Selain itu, aktivitas ekonomi warga ikut terdampak. Petani tidak dapat menjual hasil panen secara optimal. Warga yang memiliki keperluan mendesak juga harus mencari jalur alternatif yang jaraknya lebih jauh dan memakan waktu. Kondisi ini menambah beban masyarakat yang sebelumnya sudah terdampak bencana.
Menunggu Penanganan Lanjutan dari Pemerintah Daerah
Mustakim menyampaikan bahwa masyarakat Syiah Utama masih menunggu penanganan lanjutan dari pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bener Meriah. Ia berharap koordinasi antarinstansi dapat terus ditingkatkan agar proses pemulihan berjalan lebih cepat.
Beberapa titik di wilayah Samar Kilang disebut masih memerlukan penanganan lanjutan. Meski sebagian lokasi sudah dibersihkan, namun masih ada ruas jalan yang belum sepenuhnya aman untuk dilalui. Kondisi medan yang berat dan cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan utama di lapangan.
Alat Berat Masih Disiagakan
Dalam keterangannya, Camat Syiah Utama juga menjelaskan bahwa alat berat masih diarahkan ke sekitar Jembatan Rusip. Jembatan ini merupakan salah satu akses penting bagi masyarakat setempat. Penanganan di lokasi tersebut diperkirakan membutuhkan waktu beberapa hari ke depan.
Lamanya proses penanganan tidak terlepas dari kondisi medan yang sulit. Material longsor yang menutupi badan jalan cukup tebal dan bercampur lumpur. Selain itu, curah hujan yang tinggi membuat tanah kembali mudah bergerak. Semua faktor tersebut harus diperhitungkan agar penanganan tidak menimbulkan risiko baru.
Kebutuhan Dukungan BBM untuk Alat Berat
Untuk mempercepat proses perbaikan akses jalan, pihak kecamatan masih membutuhkan dukungan tambahan. Salah satu kebutuhan mendesak adalah suplai bahan bakar minyak untuk mengoperasikan dua unit alat berat ekskavator. Tanpa dukungan BBM yang memadai, proses penanganan tidak dapat berjalan maksimal.
Mustakim berharap adanya perhatian dan dukungan dari berbagai pihak. Dukungan logistik, termasuk BBM, sangat menentukan kelancaran operasi di lapangan. Dengan ketersediaan sarana yang cukup, penanganan longsor diharapkan dapat segera diselesaikan setelah cuaca memungkinkan.
Kondisi Jalan Menuju Air Terjun Tembolon Membaik
Di sisi lain, Mustakim menyampaikan kabar positif terkait penanganan jalan menuju kawasan Air Terjun Kampung Tembolon. Jalur tersebut sebelumnya mengalami kondisi berlumpur akibat hujan dan longsor ringan. Namun, penimbunan material berupa batu dan pasir telah dilakukan.
Saat ini, kondisi jalan menuju kawasan wisata tersebut dinilai lebih aman dan nyaman untuk dilalui. Langkah ini diharapkan dapat mendukung aktivitas masyarakat serta menjaga akses menuju potensi wisata lokal agar tetap dapat dimanfaatkan.
Data BPBD dan Upaya Pemulihan
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bener Meriah, sebelumnya terdapat beberapa titik longsoran yang belum tertangani. Kini, seluruh titik tersebut telah mendapatkan penanganan awal, terutama di sekitar Jembatan Rusip dan Jembatan Keken. Kedua jembatan tersebut merupakan akses vital bagi mobilitas dan perekonomian warga.
Pemerintah Kabupaten Bener Meriah terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait. Upaya ini dilakukan untuk memastikan penanganan pascabencana berjalan terarah dan berkelanjutan. Pemerintah daerah juga berupaya menyiapkan langkah antisipatif guna menghadapi potensi bencana susulan.
Imbauan kepada Masyarakat
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk tetap waspada terhadap kondisi alam. Curah hujan yang masih tinggi berpotensi memicu longsor susulan. Warga diminta mengikuti arahan petugas dan tidak memaksakan diri melintasi jalur yang belum dinyatakan aman.
Pemerintah daerah berharap masyarakat dapat bersabar selama proses penanganan berlangsung. Keselamatan menjadi prioritas utama. Dengan kerja sama antara pemerintah, petugas lapangan, dan masyarakat, pemulihan akses jalan di Syiah Utama diharapkan dapat segera terwujud dan aktivitas warga kembali berjalan normal.

Cek Juga Artikel Dari Platform liburanyuk.org
