georgegordonfirstnation.com Pemerintah Kota Kupang bersama Bank Indonesia terus mendorong penguatan literasi keuangan dan penggunaan rupiah secara bijak, khususnya menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui kegiatan Kick Off Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga kelancaran sistem pembayaran, memastikan ketersediaan uang rupiah yang layak edar, serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan rupiah dengan tepat.
Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, menegaskan bahwa program SERAMBI bukan sekadar agenda seremonial, tetapi bagian dari upaya bersama untuk membangun budaya transaksi yang sehat, aman, dan efisien di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi selama Ramadan.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, lembaga keuangan, dan masyarakat sangat dibutuhkan agar sistem pembayaran di wilayah NTT dapat berjalan lancar.
SERAMBI Jadi Momentum Penguatan Sistem Pembayaran
Ramadan dan Idulfitri selalu menjadi periode dengan aktivitas ekonomi yang meningkat. Permintaan uang tunai biasanya naik, transaksi belanja masyarakat bertambah, dan mobilitas ekonomi lebih tinggi dibanding bulan biasa.
Karena itu, kesiapan sistem pembayaran menjadi hal yang sangat penting. Bank Indonesia melalui program SERAMBI hadir untuk memastikan distribusi uang rupiah berjalan baik serta masyarakat dapat melakukan transaksi dengan nyaman.
Kick Off SERAMBI juga menjadi simbol dimulainya rangkaian kegiatan Bank Indonesia dalam menyambut Ramadan, mulai dari layanan penukaran uang, edukasi penggunaan rupiah, hingga kampanye transaksi non-tunai yang aman.
Wakil Wali Kota Kupang menilai program ini sangat relevan untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Utama
Dalam sambutannya, Serena Francis menekankan pentingnya sinergi lintas sektor. Menurutnya, kelancaran sistem pembayaran tidak bisa ditopang oleh satu lembaga saja.
Pemerintah daerah membutuhkan dukungan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter, perbankan sebagai penyedia layanan transaksi, serta masyarakat sebagai pengguna rupiah dalam kehidupan sehari-hari.
Kerja sama yang kuat akan membantu mencegah berbagai kendala, seperti kekurangan uang tunai, peredaran uang tidak layak edar, hingga risiko transaksi ilegal.
Dengan sinergi yang baik, masyarakat dapat merasakan manfaat ekonomi yang lebih stabil selama Ramadan.
Literasi Rupiah dan Penggunaan yang Bijak
Selain soal sistem pembayaran, kegiatan SERAMBI juga menekankan pentingnya literasi rupiah. Serena Francis mengingatkan bahwa rupiah bukan hanya alat transaksi, tetapi juga simbol kedaulatan negara.
Masyarakat perlu memahami cara menggunakan rupiah secara bijak, termasuk mengenali ciri-ciri uang asli, menjaga uang agar tidak rusak, serta menghindari praktik penyalahgunaan.
Literasi rupiah juga mencakup kesadaran dalam mengatur keuangan selama Ramadan. Pada periode ini, pengeluaran rumah tangga sering meningkat, sehingga masyarakat diimbau tetap berbelanja secara terukur.
Program SERAMBI diharapkan dapat menjadi sarana edukasi agar masyarakat semakin cerdas dalam mengelola transaksi.
Peran Bank Indonesia di Tengah Aktivitas Ekonomi Ramadan
Bank Indonesia memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sistem pembayaran nasional maupun daerah. Menjelang Ramadan, BI biasanya meningkatkan layanan penukaran uang baru dan memastikan ketersediaan uang rupiah di masyarakat.
Melalui SERAMBI, BI juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli pada kualitas uang yang digunakan. Uang yang layak edar harus dijaga agar transaksi tetap nyaman dan aman.
Di sisi lain, BI juga mendorong pemanfaatan transaksi digital untuk mengurangi ketergantungan pada uang tunai, sekaligus memperkuat ekosistem pembayaran modern.
Kupang sebagai pusat aktivitas ekonomi di NTT menjadi salah satu wilayah penting dalam implementasi program ini.
Dampak Positif bagi Ekonomi Daerah
Kick Off SERAMBI tidak hanya berdampak pada sektor keuangan, tetapi juga pada ekonomi daerah secara keseluruhan. Selama Ramadan, aktivitas perdagangan meningkat, UMKM lebih ramai, dan daya beli masyarakat biasanya naik.
Dengan sistem pembayaran yang lancar, pelaku usaha dapat menjalankan transaksi tanpa hambatan. Konsumen pun merasa lebih nyaman dalam berbelanja.
Wakil Wali Kota Kupang berharap kegiatan ini dapat membantu memperkuat ekonomi lokal, terutama bagi pedagang kecil dan pelaku UMKM yang menggantungkan pendapatan pada momentum Ramadan.
Program ini juga diharapkan mendukung terciptanya transaksi yang aman, tertib, dan efisien di masyarakat.
Membangun Budaya Transaksi yang Sehat
Serena Francis menekankan bahwa masyarakat perlu membangun budaya transaksi yang sehat. Artinya, penggunaan rupiah harus dilakukan dengan tanggung jawab dan kesadaran penuh.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan layanan keuangan resmi, menghindari transaksi ilegal, serta lebih bijak dalam mengelola pengeluaran selama bulan suci.
SERAMBI menjadi salah satu bentuk nyata edukasi publik untuk menciptakan masyarakat yang lebih sadar finansial.
Dengan literasi yang meningkat, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari risiko penipuan, uang palsu, maupun pengeluaran berlebihan.
Kesimpulan: SERAMBI Dorong Rupiah Bijak dan Sinergi Kuat
Kick Off SERAMBI di Kupang menjadi langkah penting dalam menyambut Ramadan dan Idulfitri. Wakil Wali Kota Kupang Serena C. Francis menegaskan bahwa sinergi lintas sektor dan literasi rupiah merupakan kunci utama dalam menjaga kelancaran sistem pembayaran.
Program ini bukan hanya memastikan ketersediaan uang rupiah, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk menggunakan rupiah secara bijak dan bertanggung jawab.
Melalui kolaborasi pemerintah daerah, Bank Indonesia, perbankan, serta masyarakat, diharapkan aktivitas ekonomi selama Ramadan dapat berjalan lancar, aman, dan membawa berkah bagi seluruh warga Kupang dan Nusa Tenggara Timur.

Cek Juga Artikel Dari Platform mabar.online
