georgegordonfirstnation.com Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menegaskan bahwa pelaksanaan Bazar Ramadan menjadi langkah konkret dalam membuka akses pasar baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Kegiatan yang digelar oleh Bank Indonesia bekerja sama dengan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Gorontalo tersebut tidak hanya menjadi bagian dari syiar Ramadan, tetapi juga instrumen strategis penguatan ekonomi daerah.
Dalam sambutannya di Galeri UMKM Olaku, Gusnar menyampaikan bahwa bazar ini merupakan ruang promosi dan transaksi yang mempertemukan langsung pelaku UMKM dengan konsumen. Momentum Ramadan dinilai tepat untuk mendorong konsumsi produk halal lokal sekaligus memperluas jejaring usaha.
UMKM sebagai Pilar Ekonomi Daerah
Gusnar menekankan bahwa UMKM adalah pilar utama ekonomi Gorontalo. Sektor ini tidak hanya menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, tetapi juga menjadi tulang punggung perputaran ekonomi di tingkat lokal.
Karena itu, pemerintah daerah mendorong sistem manajemen UMKM yang terstruktur dan berjenjang. Pendekatan ini bertujuan memastikan setiap pelaku usaha mendapatkan pendampingan sesuai tahap perkembangan bisnisnya.
Pada level dasar, pembinaan difokuskan pada legalitas usaha, pencatatan keuangan sederhana, literasi digital, serta penguatan mental kewirausahaan. Fondasi ini dinilai penting agar UMKM memiliki sistem yang sehat dan siap berkembang.
Strategi Naik Kelas Secara Bertahap
Setelah tahap dasar, pelaku usaha diarahkan menuju level menengah. Di fase ini, pemerintah memfasilitasi peningkatan kualitas produk, desain kemasan yang lebih kompetitif, serta akses pembiayaan.
Perluasan pemasaran melalui marketplace dan platform digital juga menjadi prioritas. Dengan strategi ini, UMKM diharapkan tidak hanya mengandalkan pasar tradisional, tetapi mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.
Pada tahap lanjutan, digitalisasi bisnis, integrasi dalam rantai pasok industri, sertifikasi mutu dan halal, hingga orientasi ekspor menjadi target pengembangan. Gusnar menegaskan bahwa proses ini dilakukan secara selektif dan berkelanjutan, dengan monitoring yang ketat terhadap perkembangan usaha.
Bazar Ramadan sebagai Ruang Business Matching
Bazar Ramadan tahun ini juga dirangkaikan dengan penyerahan dokumen business matching kepada sejumlah pelaku UMKM. Langkah ini membuka peluang kerja sama yang lebih konkret antara pelaku usaha dan mitra bisnis.
Menurut Gusnar, business matching menjadi pintu masuk penting untuk memperluas jaringan distribusi dan meningkatkan skala produksi. UMKM tidak lagi berjalan sendiri, melainkan terhubung dalam ekosistem ekonomi syariah yang lebih besar.
Kegiatan ini juga memperlihatkan peran strategis Bank Indonesia dan KDEKS dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis halal. Sinergi antara lembaga keuangan dan pemerintah daerah diharapkan mempercepat penguatan sektor UMKM.
Momentum Event Nasional
Gusnar mengajak pelaku UMKM memanfaatkan momentum Pekan Nasional Petani Nelayan yang akan digelar di Kabupaten Gorontalo. Event tersebut diproyeksikan menghadirkan puluhan ribu peserta dari berbagai daerah.
Ia melihat kegiatan nasional ini sebagai peluang emas untuk memperkenalkan produk lokal ke pasar yang lebih luas. UMKM didorong segera mendaftarkan diri dan mempersiapkan produk terbaiknya agar mampu bersaing.
Event berskala nasional dinilai dapat menjadi akselerator pertumbuhan ekonomi kecil dan menengah, sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif di Gorontalo.
Kajian Kebijakan Afirmatif
Sebagai Ketua KDEKS Gorontalo, Gusnar juga menyampaikan rencana untuk mengkaji kebijakan afirmatif guna meringankan beban pelaku usaha. Jika memungkinkan secara regulasi dan fiskal, pemerintah daerah akan mendorong keringanan bahkan pembebasan retribusi daerah bagi UMKM.
Kebijakan ini bertujuan memberikan ruang lebih luas bagi pelaku usaha untuk berkembang tanpa terbebani biaya tambahan. Pemerintah ingin memastikan bahwa pertumbuhan UMKM tidak terhambat oleh kendala administratif.
Langkah afirmatif tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun iklim usaha yang kondusif dan inklusif.
Penguatan Ekonomi Syariah Berkelanjutan
Bazar Ramadan bukan hanya kegiatan musiman, melainkan bagian dari penguatan ekonomi dan keuangan syariah di Gorontalo. Konsumsi produk halal lokal diharapkan terus meningkat bahkan setelah Ramadan berakhir.
Dengan pendekatan berjenjang, monitoring berkelanjutan, serta dukungan kebijakan afirmatif, Gusnar optimistis UMKM Gorontalo mampu naik kelas dan berdaya saing.
Kolaborasi antara pemerintah, Bank Indonesia, KDEKS, dan pelaku usaha menjadi fondasi utama. Ramadan menjadi momentum memperkuat sinergi tersebut, sekaligus membuka jalan bagi UMKM untuk tumbuh lebih besar dan berkelanjutan di masa mendatang.

Cek Juga Artikel Dari Platform outfit.web.id
