georgegordonfirstnation.com Pemerintah Kabupaten Kabupaten Tangerang kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. Hal ini ditandai dengan pelantikan 149 Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-56 tingkat kabupaten yang dilakukan langsung oleh Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid.
Pelantikan Dewan Hakim MTQ tersebut digelar di salah satu hotel di kawasan Gading Serpong dan berlangsung dengan khidmat. Acara ini menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan pelaksanaan MTQ ke-56 Kabupaten Tangerang, yang akan berlangsung selama beberapa hari dan melibatkan peserta dari seluruh kecamatan.
Dewan Hakim Telah Dibekali Orientasi dan Bimtek
Dalam sambutannya, Bupati Tangerang menjelaskan bahwa seluruh Dewan Hakim yang dilantik telah melalui proses pembekalan terlebih dahulu. Sejak pagi hari sebelum pelantikan, para calon dewan hakim mengikuti bimbingan teknis dan orientasi tugas. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menyamakan persepsi, meningkatkan pemahaman teknis, serta menegaskan tanggung jawab yang diemban oleh para dewan hakim.
Menurut Bupati, pengarahan dan pembekalan diberikan langsung oleh pengawas Dewan Hakim yang berpengalaman. Materi yang disampaikan mencakup teknis penilaian, etika hakim, serta prinsip keadilan dan objektivitas dalam menilai peserta MTQ. Dengan bekal tersebut, diharapkan para dewan hakim dapat menjalankan tugasnya secara profesional.
Bupati juga menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya seluruh rangkaian persiapan tersebut. Ia menilai bahwa kesiapan Dewan Hakim menjadi salah satu kunci utama suksesnya pelaksanaan MTQ di tingkat kabupaten.
Menjaga Kualitas dan Marwah MTQ
Pelantikan Dewan Hakim MTQ bukan sekadar agenda seremonial. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk menjaga kualitas dan marwah MTQ sebagai ajang syiar Islam. Dewan Hakim memiliki peran sentral dalam memastikan bahwa penilaian dilakukan secara adil, transparan, dan akuntabel.
Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa MTQ bukan hanya lomba membaca Al-Qur’an. Kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan generasi Qur’ani dan penguatan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. Oleh karena itu, peran Dewan Hakim sangat menentukan citra dan kredibilitas MTQ di mata peserta dan masyarakat luas.
Ia berharap para Dewan Hakim mampu menjaga integritas dan independensi selama menjalankan tugas. Setiap keputusan penilaian harus didasarkan pada kemampuan peserta, bukan pada faktor lain di luar ketentuan.
Tanggung Jawab Selama Pelaksanaan MTQ
Pelaksanaan MTQ ke-56 tingkat Kabupaten Tangerang dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari. Selama periode tersebut, Dewan Hakim akan bertugas menilai berbagai cabang lomba yang dipertandingkan. Tugas ini menuntut konsentrasi tinggi, ketelitian, serta komitmen terhadap nilai keadilan.
Bupati menekankan bahwa tanggung jawab Dewan Hakim tidak ringan. Mereka harus mampu menjaga stamina, fokus, dan profesionalisme dari awal hingga akhir kegiatan. Ia juga mengingatkan agar para dewan hakim saling berkoordinasi dan menjaga kekompakan dalam menjalankan tugas.
Menurutnya, penilaian yang baik akan melahirkan juara yang berkualitas. Juara tersebut nantinya diharapkan dapat mewakili Kabupaten Tangerang pada ajang MTQ di tingkat yang lebih tinggi.
Dukungan Penuh Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Tangerang menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan MTQ ke-56. Dukungan tersebut tidak hanya berupa fasilitasi kegiatan, tetapi juga penguatan sumber daya manusia yang terlibat, termasuk Dewan Hakim.
Bupati menilai bahwa keberhasilan MTQ merupakan hasil kerja bersama. Pemerintah daerah, panitia, Dewan Hakim, peserta, dan masyarakat memiliki peran masing-masing. Sinergi antar unsur tersebut menjadi kunci agar MTQ berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata.
Selain itu, pemerintah daerah juga berharap MTQ dapat menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah di Kabupaten Tangerang. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin mencintai Al-Qur’an dan menjadikannya pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
MTQ sebagai Media Pembinaan Keagamaan
MTQ ke-56 Kabupaten Tangerang dipandang sebagai media pembinaan keagamaan yang strategis. Ajang ini tidak hanya melahirkan qari dan qariah berprestasi, tetapi juga mendorong tumbuhnya semangat belajar dan mengamalkan Al-Qur’an di kalangan masyarakat.
Dengan pelantikan Dewan Hakim yang telah dipersiapkan secara matang, diharapkan kualitas pelaksanaan MTQ semakin meningkat. Penilaian yang objektif dan profesional akan memberikan motivasi bagi peserta untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan.
Bupati juga berharap MTQ dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda. Nilai-nilai kedisiplinan, kejujuran, dan ketekunan yang tercermin dalam MTQ diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Harapan untuk Pelaksanaan MTQ ke Depan
Di akhir sambutannya, Bupati Tangerang menyampaikan harapan agar seluruh Dewan Hakim dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya. Ia menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan harus dijaga melalui kinerja yang profesional dan berintegritas.
Dengan kesiapan Dewan Hakim dan dukungan semua pihak, Pemerintah Kabupaten Tangerang optimistis MTQ ke-56 dapat berjalan sukses. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga membawa dampak positif bagi pembinaan keagamaan dan kehidupan sosial masyarakat Tangerang secara keseluruhan.

Cek Juga Artikel Dari Platform jelajahhijau.com
