georgegordonfirstnation.com Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola nasional. Asisten pelatih Arema FC, Kuncoro, dikabarkan meninggal dunia setelah mengalami kolaps di pinggir lapangan. Kepergiannya menjadi pukulan berat bagi keluarga besar klub berjuluk Singo Edan, sekaligus bagi para pecinta sepak bola Tanah Air.
Sosok yang akrab disapa Abah Kuncoro tersebut dikenal sebagai figur yang sederhana, rendah hati, dan penuh dedikasi. Kehadirannya di lingkungan tim tidak hanya sebagai pelatih, tetapi juga sebagai panutan bagi para pemain muda.
Duka Mendalam dari Arema FC
Kabar wafatnya Kuncoro disampaikan secara resmi melalui akun media sosial Arema FC. Dalam pernyataannya, manajemen klub menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian salah satu sosok penting di tubuh tim.
Ungkapan belasungkawa tersebut disertai doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Klub juga mendoakan keluarga yang ditinggalkan agar diberi ketabahan dan kekuatan menghadapi masa sulit ini.
Pesan duka tersebut segera mendapat respons luas dari berbagai kalangan, mulai dari suporter, mantan pemain, hingga tokoh sepak bola nasional.
Sosok yang Dihormati di Ruang Ganti
Kuncoro bukan hanya dikenal sebagai pelatih, tetapi juga sebagai figur ayah bagi banyak pemain. Ia kerap memberikan motivasi dan nasihat, baik dalam situasi sulit maupun saat tim berada dalam performa terbaik.
Di ruang ganti, Abah Kuncoro dikenal sebagai pribadi yang menenangkan. Kehadirannya sering menjadi penyeimbang antara tekanan kompetisi dan kondisi mental pemain.
Banyak pemain muda mengakui bahwa Kuncoro memiliki peran besar dalam membentuk karakter mereka, bukan hanya kemampuan teknis di lapangan.
Kolaps di Pinggir Lapangan
Sebelum dinyatakan meninggal dunia, Kuncoro dilaporkan sempat mengalami kolaps di pinggir lapangan. Kejadian tersebut berlangsung secara tiba-tiba dan membuat seluruh tim terkejut.
Petugas medis segera memberikan pertolongan pertama. Dalam waktu singkat, Kuncoro langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan intensif.
Meski tim medis telah berupaya maksimal, nyawa Kuncoro tidak dapat diselamatkan. Kabar tersebut menyisakan duka mendalam bagi rekan-rekan yang berada di lokasi kejadian.
Perjalanan Karier yang Panjang
Semasa hidupnya, Kuncoro dikenal sebagai mantan pemain belakang yang pernah membela tim nasional Indonesia. Kariernya di dunia sepak bola berlangsung panjang, mulai dari pemain profesional hingga pelatih.
Setelah gantung sepatu, ia memilih tetap mengabdikan diri di dunia yang membesarkan namanya. Jalur kepelatihan menjadi pilihannya, dengan Arema FC sebagai salah satu klub yang paling lama ia bela.
Dedikasi tersebut membuat namanya lekat dengan sejarah klub. Bagi Arema FC, Kuncoro bukan sekadar staf pelatih, melainkan bagian dari identitas tim.
Loyalitas Tanpa Banyak Sorotan
Berbeda dengan banyak figur sepak bola yang kerap tampil di depan kamera, Kuncoro dikenal sebagai sosok pekerja senyap. Ia lebih memilih bekerja di balik layar, memastikan latihan berjalan maksimal dan pemain berkembang secara konsisten.
Kesetiaan dan loyalitasnya terhadap klub membuat ia dihormati oleh berbagai generasi pemain dan pelatih. Dalam berbagai momen sulit klub, Kuncoro tetap berdiri bersama tim.
Sikap inilah yang membuat kepergiannya terasa sangat kehilangan.
Ungkapan Duka dari Berbagai Pihak
Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai klub, komunitas sepak bola, hingga suporter Arema. Media sosial dipenuhi pesan doa dan kenangan tentang sosok Abah Kuncoro.
Banyak yang mengenangnya sebagai pribadi ramah yang selalu menyapa siapa pun tanpa memandang status. Nilai kemanusiaan yang ia bawa menjadikan dirinya dihormati di luar lapangan.
Tak sedikit pula yang menyebut bahwa Kuncoro adalah contoh nyata pelatih yang bekerja dengan hati.
Warisan Nilai dan Keteladanan
Kepergian Kuncoro meninggalkan warisan penting bagi dunia sepak bola Indonesia. Bukan hanya soal strategi atau teknik, tetapi tentang nilai ketulusan, kesabaran, dan pengabdian.
Ia membuktikan bahwa membangun sepak bola tidak selalu harus berada di sorotan, melainkan melalui proses panjang dan kerja konsisten.
Nilai-nilai inilah yang akan terus dikenang oleh pemain, kolega, dan generasi muda yang pernah merasakan bimbingannya.
Duka bagi Sepak Bola Nasional
Meninggalnya Kuncoro menjadi kehilangan tidak hanya bagi Arema FC, tetapi juga bagi sepak bola nasional. Sosoknya merupakan bagian dari generasi yang turut membentuk wajah sepak bola Indonesia.
Kepergiannya mengingatkan bahwa dunia olahraga juga menyimpan sisi kemanusiaan yang mendalam. Di balik kompetisi dan rivalitas, terdapat ikatan emosional yang kuat antarindividu.
Penutup
Kepergian Asisten Pelatih Arema FC, Kuncoro, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, klub, dan seluruh insan sepak bola Indonesia. Sosok yang dikenal tulus dan penuh dedikasi itu berpulang saat masih mengabdi di dunia yang sangat ia cintai.
Meski telah tiada, jejak pengabdian dan keteladanan Abah Kuncoro akan terus hidup dalam ingatan mereka yang pernah bekerja dan belajar bersamanya. Dunia sepak bola Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya, namun nilai-nilai yang ia tinggalkan akan terus menjadi inspirasi.

Cek Juga Artikel Dari Platform kalbarnews.web.id
