Menjelang Iduladha, banyak pembeli langsung tertarik pada hewan bertubuh besar atau harga tinggi.
Padahal, dalam memilih hewan kurban, kesehatan dan kelayakan syariat jauh lebih penting daripada sekadar penampilan fisik luar.
Sah Ibadah Dimulai dari Kelayakan Hewan
Kurban bukan hanya transaksi pembelian, tetapi bagian dari ibadah.
Karena itu, kondisi hewan harus memenuhi syarat agama sekaligus aman dari sisi kesehatan pangan.
Postur Jadi Indikator Awal Penting
Hewan yang berdiri tegak, aktif, dan tidak pincang biasanya memberi sinyal kondisi fisik lebih baik.
Sebaliknya, cacat fisik bisa memengaruhi kelayakan kurban.
Mata Bisa Jadi Petunjuk Kesehatan
Kejernihan mata sering menjadi indikator sederhana namun penting.
Mata keruh, selaput putih, atau tanda gangguan penglihatan patut diwaspadai.
Kulit Bersih Bukan Sekadar Estetika
Kondisi kulit yang sehat menunjukkan hewan bebas dari sejumlah penyakit luar seperti kudis atau skabies.
Kulit bermasalah bisa menjadi tanda perawatan yang kurang baik atau infeksi tertentu.
Waspadai PMK Secara Serius
Gejala seperti air liur berlebihan, luka mulut, atau gangguan kuku perlu diperhatikan.
Penyakit Mulut dan Kuku dapat berdampak besar pada kesehatan hewan dan kualitas distribusi ternak.
Antraks Perlu Kewaspadaan Tinggi
Meski tidak selalu umum, tanda-tanda serius seperti kejang dan pendarahan harus menjadi alarm bahaya.
Keamanan konsumsi daging adalah prioritas mutlak.
Beli dari Penjual Tepercaya
Selain pemeriksaan mandiri, memilih peternak atau lapak yang memiliki pengawasan kesehatan resmi bisa memberi perlindungan tambahan.
Dokumen pemeriksaan hewan juga penting bila tersedia.
Harga Murah atau Mahal Tetap Butuh Ketelitian
Harga tinggi tidak otomatis menjamin kualitas, begitu juga harga murah bukan selalu buruk.
Yang utama adalah kombinasi kesehatan, syariat, dan kejelasan kondisi hewan.
Kurban Berkualitas adalah Ibadah yang Bertanggung Jawab
Pada akhirnya, memilih hewan kurban bukan soal gengsi ukuran, tetapi tentang ketelitian, kepedulian, dan tanggung jawab.
Hewan yang sehat memastikan ibadah lebih tenang, penerima manfaat lebih aman, dan makna kurban benar-benar terjaga.
Baca Juga : 16 Tewas dalam Kecelakaan Bus ALS di Muratara
Cek Juga Artikel Dari Platform : revisednews

