Rumah BUMN Pertamina Banjarmasin kembali menunjukkan peran strategisnya sebagai bagian dari ekosistem sosial masyarakat. Tidak hanya dikenal sebagai pusat pembinaan dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Rumah BUMN juga tampil sebagai garda terdepan dalam aksi kemanusiaan saat bencana melanda. Kali ini, kepedulian tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan bagi warga terdampak banjir di Desa Lok Baintan Dalam, Kecamatan Sungai Tabuk, Kalimantan Selatan.
Banjir yang melanda wilayah tersebut menyebabkan banyak rumah terendam dan akses darat terputus. Kondisi ini membuat aktivitas warga lumpuh dan memaksa sebagian masyarakat bertahan dalam situasi darurat. Di tengah kondisi tersebut, kehadiran Rumah BUMN Pertamina menjadi harapan nyata bagi warga yang membutuhkan bantuan segera.
Menembus Wilayah Terisolasi di Tengah Banjir
Genangan air yang belum surut membuat proses distribusi bantuan tidak mudah. Jalan utama yang biasanya menjadi akses warga berubah menjadi aliran air, sehingga kendaraan darat tidak dapat melintas. Menghadapi tantangan ini, tim relawan Rumah BUMN Pertamina Banjarmasin memilih menggunakan perahu untuk menjangkau pemukiman warga dan titik-titik pengungsian.
Langkah tersebut menunjukkan keseriusan dan komitmen dalam memastikan bantuan benar-benar sampai ke tangan warga yang membutuhkan. Dengan perahu sederhana, relawan menyusuri kawasan terdampak, menyalurkan paket bantuan secara langsung kepada masyarakat.
Aksi ini bukan hanya tentang distribusi logistik, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan kepastian bahwa warga tidak dibiarkan menghadapi bencana sendirian. Kehadiran relawan di tengah genangan air menjadi simbol solidaritas dan empati di saat kondisi sulit.
Bantuan Kebutuhan Pokok untuk Masa Tanggap Darurat
Bantuan yang disalurkan difokuskan pada kebutuhan pokok yang paling dibutuhkan selama masa tanggap darurat. Paket bantuan berisi bahan pangan dan kebutuhan dasar harian yang diharapkan dapat meringankan beban warga selama aktivitas ekonomi dan sosial terhenti akibat banjir.
Bagi sebagian warga, bantuan ini menjadi penopang utama untuk bertahan di tengah keterbatasan. Banyak keluarga tidak dapat beraktivitas normal, sementara sumber penghasilan terhenti karena banjir merendam rumah dan lingkungan sekitar.
Rumah BUMN Pertamina memastikan bantuan disalurkan secara merata, dengan prioritas kepada warga yang paling terdampak dan berada di lokasi terisolasi. Pendekatan langsung ini dinilai efektif karena relawan dapat melihat secara nyata kondisi masyarakat di lapangan.
Komitmen Sosial Pertamina di Saat Krisis
Vice President CSR & SMEPP Management PT Pertamina (Persero), Rudi Ariffianto, menegaskan bahwa kepedulian sosial merupakan nilai fundamental yang selalu melekat dalam setiap program Pertamina. Menurutnya, kehadiran Pertamina melalui Rumah BUMN tidak hanya untuk mendorong kemandirian ekonomi, tetapi juga untuk berdiri bersama masyarakat di saat paling sulit.
“Melalui Rumah BUMN, Pertamina tidak hanya hadir untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat, tetapi juga berdiri bersama mereka di saat paling sulit. Ketika bencana terjadi, kehadiran nyata menjadi bentuk tanggung jawab dan empati kami kepada masyarakat,” ujar Rudi dalam keterangan tertulisnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa program CSR Pertamina tidak bersifat parsial, melainkan terintegrasi antara pemberdayaan ekonomi dan aksi kemanusiaan. Dalam situasi bencana, nilai empati dan solidaritas menjadi prioritas utama.
Sinergi Pemberdayaan dan Aksi Kemanusiaan
Rudi menambahkan bahwa sinergi antara program pemberdayaan UMKM dan aksi tanggap bencana merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pertamina dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Menurutnya, masyarakat yang kuat bukan hanya secara ekonomi, tetapi juga memiliki daya tahan sosial saat menghadapi krisis.
“Semangat gotong royong adalah kekuatan bangsa. Kami berharap bantuan ini dapat menjadi energi pemulihan serta memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat terdampak banjir,” lanjutnya.
Pendekatan ini sejalan dengan peran Rumah BUMN sebagai pilar sosial yang tidak hanya fokus pada aspek bisnis, tetapi juga pada kemanusiaan. Saat situasi darurat terjadi, Rumah BUMN mampu bertransformasi menjadi pusat koordinasi dan distribusi bantuan.
Rumah BUMN sebagai Pilar Sosial Masyarakat
Kegiatan kemanusiaan di Kalimantan Selatan ini menegaskan bahwa Rumah BUMN bukan sekadar tempat pelatihan dan pembinaan UMKM. Lebih dari itu, Rumah BUMN telah berkembang menjadi institusi sosial yang responsif, tangguh, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
Keberadaan Rumah BUMN di berbagai daerah memungkinkan Pertamina bergerak cepat ketika bencana terjadi. Jaringan lokal yang sudah terbentuk membuat proses identifikasi kebutuhan dan distribusi bantuan dapat dilakukan secara lebih efektif.
Di Desa Lok Baintan Dalam, warga menyambut baik kehadiran relawan Rumah BUMN. Bantuan yang diterima bukan hanya meringankan beban fisik, tetapi juga memberikan dorongan moral bagi masyarakat untuk tetap bertahan dan bangkit pascabencana.
Harapan Pemulihan dan Keberlanjutan Bantuan
Meski bantuan darurat telah disalurkan, tantangan pemulihan masih panjang. Banjir yang belum sepenuhnya surut membuat warga membutuhkan dukungan berkelanjutan, baik dalam bentuk logistik tambahan maupun pendampingan pascabencana.
Pertamina melalui Rumah BUMN menyatakan komitmennya untuk terus memantau kondisi di lapangan dan menyesuaikan bentuk bantuan sesuai kebutuhan masyarakat. Pendekatan berkelanjutan ini diharapkan dapat membantu warga kembali beraktivitas normal setelah banjir surut.
Melalui aksi nyata ini, Pertamina menegaskan posisinya sebagai BUMN yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial yang kuat. Di tengah bencana, kehadiran yang cepat, tepat, dan penuh empati menjadi bukti bahwa solidaritas dan kepedulian masih menjadi fondasi utama dalam membangun ketahanan masyarakat Indonesia.
Baca Juga : Bupati Tangerang Lantik 149 Dewan Hakim MTQ ke-56
Cek Juga Artikel Dari Platform : pestanada

