Arus balik libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) menuju wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek) terus menunjukkan peningkatan signifikan hingga awal Januari 2026. PT Jasa Marga mencatat, sebanyak 324.208 kendaraan telah kembali ke wilayah Jabotabek pada periode Hari H hingga H+1 libur Nataru.
Data tersebut dihimpun sejak Kamis 1 Januari 2026 pukul 06.00 WIB hingga Sabtu 3 Januari 2026 pukul 06.00 WIB, dan menjadi indikator kuat bahwa mobilitas masyarakat pasca libur akhir tahun mulai memasuki fase arus balik.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan akumulasi arus lalu lintas dari empat Gerbang Tol (GT) utama yang menjadi pintu masuk utama menuju Jabotabek.
“Sebanyak 324.208 kendaraan kembali ke wilayah Jabotabek. Angka ini merupakan kumulatif arus lalu lintas dari empat gerbang tol utama dan meningkat 16,24 persen dibandingkan lalu lintas normal,” ujar Rivan dalam keterangannya.
Empat Gerbang Tol Jadi Pintu Utama Arus Balik
Empat gerbang tol yang menjadi sumber utama data arus balik tersebut meliputi:
- GT Cikupa (arah Merak)
- GT Ciawi (arah Puncak)
- GT Cikampek Utama (arah Trans Jawa)
- GT Kalihurip Utama (arah Bandung)
Keempat titik ini merupakan simpul strategis pergerakan kendaraan dari wilayah barat, timur, dan selatan Pulau Jawa menuju pusat aktivitas nasional di Jabotabek.
Jika dibandingkan dengan kondisi lalu lintas normal yang berada di angka 278.918 kendaraan, lonjakan arus balik Nataru tahun ini terbilang cukup tinggi. Hal tersebut mencerminkan besarnya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan libur panjang untuk bepergian ke luar kota.
Arah Timur Masih Mendominasi Arus Balik
Berdasarkan distribusi lalu lintas, arus balik menuju Jabotabek didominasi kendaraan dari arah Timur, yaitu dari jalur Trans Jawa dan Bandung.
Rivan memaparkan bahwa sebanyak 147.817 kendaraan atau 45,59 persen dari total arus balik berasal dari arah timur. Angka ini menunjukkan bahwa kawasan Jawa Tengah, Jawa Timur, serta wilayah Bandung Raya masih menjadi destinasi favorit masyarakat selama libur Nataru.
Sementara itu, kendaraan dari arah Barat (Merak) tercatat sebanyak 90.590 kendaraan atau 27,94 persen, sedangkan dari arah Selatan (Puncak) sebanyak 85.801 kendaraan atau 26,46 persen.
“Distribusi lalu lintas ini relatif seimbang, namun arah timur tetap menjadi penyumbang terbesar arus balik ke Jabotabek,” jelas Rivan.
Lonjakan Signifikan dari Trans Jawa
Salah satu sorotan utama arus balik Nataru kali ini adalah peningkatan lalu lintas dari jalur Trans Jawa. Melalui GT Cikampek Utama di Jalan Tol Jakarta–Cikampek, tercatat sebanyak 71.614 kendaraan kembali ke Jabotabek.
Jumlah tersebut meningkat 29,60 persen dibandingkan lalu lintas normal. Peningkatan ini sejalan dengan tingginya mobilitas masyarakat dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang umumnya memanfaatkan jalur tol Trans Jawa sebagai akses utama.
Arus kendaraan dari Trans Jawa biasanya mencapai puncaknya menjelang akhir masa libur, seiring dengan kembalinya aktivitas kerja dan sekolah di wilayah Jabodetabek.
Arus dari Bandung Tak Kalah Padat
Selain Trans Jawa, jalur dari Bandung melalui GT Kalihurip Utama di Jalan Tol Cipularang juga mencatatkan lonjakan signifikan. Selama periode yang sama, sebanyak 76.203 kendaraan melintas menuju Jabotabek dari arah Bandung.
Angka ini meningkat 32,17 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal. Lonjakan tersebut dipicu oleh tingginya minat masyarakat menghabiskan libur akhir tahun di kawasan Bandung dan sekitarnya, baik untuk wisata maupun kunjungan keluarga.
Jika digabungkan, total kendaraan dari arah Trans Jawa dan Bandung mencapai 147.817 kendaraan, atau meningkat 30,91 persen dibandingkan lalu lintas normal.
Pola Arus Balik Masih Bertahap
Meski volume kendaraan cukup tinggi, Jasa Marga menilai arus balik Nataru sejauh ini masih terkendali dan belum menunjukkan lonjakan ekstrem dalam satu waktu tertentu. Hal ini dipengaruhi oleh pola perjalanan masyarakat yang cenderung bertahap, tidak terpusat pada satu hari saja.
Sebagian pemudik memilih kembali lebih awal untuk menghindari kepadatan, sementara lainnya masih memanfaatkan sisa waktu libur hingga akhir pekan pertama Januari 2026.
“Kami melihat arus balik berlangsung relatif merata. Tidak terjadi lonjakan tajam secara bersamaan, sehingga lalu lintas masih dapat terkelola dengan baik,” kata Rivan.
Antisipasi dan Rekayasa Lalu Lintas
Untuk menjaga kelancaran arus balik, Jasa Marga terus berkoordinasi dengan Kepolisian dalam menerapkan rekayasa lalu lintas apabila diperlukan. Langkah-langkah seperti contraflow, one way lokal, hingga pengaturan lalu lintas di gerbang tol disiapkan secara situasional sesuai kondisi lapangan.
Pengguna jalan tol juga diimbau untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik, mulai dari memastikan kondisi kendaraan, kecukupan saldo uang elektronik, hingga memantau informasi lalu lintas terkini melalui kanal resmi Jasa Marga.
Selain itu, pengendara disarankan untuk beristirahat di rest area yang tersedia apabila merasa lelah, demi menjaga keselamatan selama perjalanan.
Arus Balik Masih Berpotensi Berlanjut
Dengan masih adanya sisa libur dan aktivitas masyarakat yang belum sepenuhnya kembali normal, arus balik ke Jabotabek diperkirakan masih akan berlanjut hingga beberapa hari ke depan. Puncak arus balik diprediksi terjadi pada akhir pekan pertama Januari 2026.
Jasa Marga memastikan akan terus melakukan pemantauan intensif dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat agar perjalanan arus balik dapat berlangsung aman, nyaman, dan lancar.
Baca Juga : Arus Lalin Tol Regional Naik Hingga Awal 2026
Cek Juga Artikel Dari Platform : koronovirus

