Arus lalu lintas kendaraan yang melintasi sejumlah ruas tol di berbagai wilayah Indonesia masih menunjukkan peningkatan hingga awal Januari 2026. Kondisi ini menjadi lanjutan dari tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), yang berdampak langsung pada kinerja ruas-ruas tol strategis di luar Pulau Jawa.
Melalui Jasa Marga, tepatnya di bawah pengelolaan Jasamarga Nusantara Tollroad Regional Division (Regional Nusantara), tercatat bahwa lima ruas tol regional mengalami lonjakan volume lalu lintas sejak H-7 Natal 2025 hingga H+1 Tahun Baru 2026, atau pada periode 18 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.
Senior General Manager Jasamarga Nusantara Tollroad Regional Division, Tyas Pramoda Wardhani, menyampaikan bahwa secara kumulatif, total volume kendaraan yang melintas di lima ruas tol tersebut mencapai 3.258.141 kendaraan. Angka ini meningkat sekitar 8,2 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal yang berada di kisaran 3.011.404 kendaraan.
“Peningkatan ini menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat selama libur akhir tahun tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa, tetapi juga merata di berbagai wilayah regional,” ujar Tyas dalam keterangan resmi.
Lima Ruas Tol Regional dengan Kenaikan Signifikan
Adapun lima ruas tol di bawah Regional Nusantara yang mencatat peningkatan lalu lintas selama periode Nataru 2025/2026 meliputi:
- Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi (MKTT)
- Tol Balikpapan–Samarinda (Balsam)
- Tol Nusa Dua–Ngurah Rai–Benoa (Bali Mandara)
- Tol Manado–Bitung (Mabit)
- Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulon Progo Segmen Kartasura–Prambanan
Kelima ruas tol tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas wilayah, baik untuk perjalanan wisata, distribusi logistik, maupun akses menuju pusat transportasi seperti bandara dan pelabuhan.
Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi Jadi Sorotan
Di antara lima ruas tersebut, Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi (MKTT) mencatatkan peningkatan volume lalu lintas yang cukup menonjol. Selama periode pengamatan, sebanyak 273.809 kendaraan melintas di ruas tol ini. Angka tersebut meningkat 15,1 persen dibandingkan volume lalu lintas normal yang berada di angka 237.976 kendaraan.
Tyas menjelaskan bahwa lonjakan ini sangat dipengaruhi oleh tingginya mobilitas masyarakat menuju dan dari Bandara Internasional Kualanamu selama libur akhir tahun.
Berdasarkan data operasional, sebanyak 87.918 kendaraan tercatat masuk melalui Gerbang Tol Kualanamu dari arah bandara. Jumlah ini melonjak 23,9 persen dibandingkan kondisi normal yang hanya mencapai 70.960 kendaraan.
Sementara itu, kendaraan yang bergerak menuju Bandara Internasional Kualanamu melalui Gerbang Tol Kualanamu tercatat sebanyak 94.363 kendaraan. Angka ini juga mengalami peningkatan signifikan, yakni 18,23 persen dibandingkan lalu lintas normal sebesar 79.812 kendaraan.
“Data ini menunjukkan bahwa pergerakan penumpang pesawat selama Nataru cukup tinggi, dan tol MKTT menjadi akses utama yang menopang kelancaran mobilitas tersebut,” jelas Tyas.
Pariwisata Dorong Trafik Tol Bali Mandara
Selain Sumatera Utara, peningkatan lalu lintas juga terasa di wilayah Bali. Tol Bali Mandara yang menghubungkan Nusa Dua, Bandara Ngurah Rai, dan Benoa, kembali menjadi salah satu ruas tol dengan trafik padat selama libur Nataru.
Lonjakan ini sejalan dengan meningkatnya kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara ke Pulau Dewata pada akhir tahun. Tol Bali Mandara berperan penting sebagai koridor utama pariwisata, terutama bagi wisatawan yang menuju kawasan selatan Bali dan bandara internasional.
Meski tidak dirinci secara angka, Jasa Marga mencatat pola lalu lintas yang relatif stabil namun tetap berada di atas kondisi normal sepanjang periode libur.
Tol Balikpapan–Samarinda dan Manado–Bitung Ikut Terdongkrak
Di Kalimantan Timur, Tol Balikpapan–Samarinda (Balsam) juga mengalami peningkatan lalu lintas seiring dengan pertumbuhan aktivitas ekonomi dan mobilitas antarwilayah. Ruas tol ini menjadi tulang punggung konektivitas antara dua kota besar di Kalimantan Timur.
Sementara itu, di Sulawesi Utara, Tol Manado–Bitung (Mabit) mencatat peningkatan lalu lintas yang didorong oleh aktivitas masyarakat lokal serta pergerakan logistik menuju Pelabuhan Bitung, yang menjadi salah satu gerbang ekspor penting di kawasan timur Indonesia.
Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Dukung Arus Wisata dan Mudik Lokal
Di Pulau Jawa bagian tengah, segmen Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulon Progo (Kartasura–Prambanan) turut mengalami kenaikan volume kendaraan. Ruas ini banyak dimanfaatkan oleh wisatawan yang mengunjungi Yogyakarta dan sekitarnya, sekaligus mendukung akses menuju Bandara Internasional Yogyakarta (NYIA).
Peningkatan lalu lintas di ruas ini menunjukkan bahwa destinasi wisata budaya dan alam di Jawa Tengah dan DIY tetap menjadi pilihan utama masyarakat saat libur panjang.
Kesiapan Operasional dan Antisipasi Jasa Marga
Menghadapi peningkatan lalu lintas tersebut, Jasa Marga memastikan seluruh ruas tol regional beroperasi secara optimal. Pengelola tol melakukan pemantauan lalu lintas secara intensif, memastikan kesiapan petugas, serta menjaga keandalan fasilitas jalan tol.
“Peningkatan volume lalu lintas ini menjadi indikator positif pemulihan mobilitas nasional. Namun, kami tetap mengedepankan aspek keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran pengguna jalan,” tutup Tyas.
Dengan masih berlangsungnya arus balik pasca libur akhir tahun hingga awal Januari 2026, masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati, mematuhi rambu lalu lintas, serta memastikan kondisi kendaraan dan fisik pengemudi dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan jauh.
Baca Juga : Psikolog Ingatkan Pentingnya Liburan bagi Kesehatan Anak
Cek Juga Artikel Dari Platform : monitorberita

